Indikator Anak Memiliki Kecerdasan Naturalis yang Tinggi dan Dampaknya Bagi Lingkungan Sekitar
“ Kak, itu namanya hewan apa? “
“ Oh kucing. Kucing itu makanannya apa kak? ““ Uww. Kucingnya lucu ya kak. Besok kalo aku ulang tahun aku mau kado kucing yang warna oren, pink, sama putih yaa. “
Dari pengalaman yang pernah penulis alami tersebut, ternyata secara tidak langsung penulis melihat sebuah bentuk kecerdasan naturalis yang ada dalam diri seseorang. Lantas, apa itu kecerdasan naturalis? Apa saja indikatornya? Apa dampak positif yang ditimbulkan dari kecerdasan naturalis? Seberapa penting kecerdasan naturalis bagi seseorang? Dan bagaimanakah cara mengasah kecerdasan naturalis dalam diri seseorang? Simak pemaparan berikut ini untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai kecerdasan naturalis!
Menurut Howard Gardner, seorang psikolog dari Harvard University mengungkapkan bahwa pada dasarnya, setiap manusia memiliki 9 jenis kecerdasan yang dinamakan dengan Multiple Intellegences atau kecerdasan majemuk dengan intensitas tiap kecerdasan yang berbeda-beda tiap-tiap orang. Kecerdasan majemuk ini mencakup kecerdasan berlogika, kecerdasan linguistik, kecerdasan musik, kecerdasan ruang-visual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan eksistensial dan kecerdasan naturalis. Multiple Intelligence yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kecerdasan majemuk atau kecerdasan ganda merupakan salah satu teori kecerdasan yang memperoleh banyak pengakuan akhir-akhir ini. Multiple intelligence adalah sebuah penilaian yang melihat secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 183). Salah satu kecerdasan yang penting dimiliki seseorang yakni kecerdasan naturalis. Untuk memahami kecerdasan naturalis maka Howard Gardner mengemukakan kecerdasan naturalis sebagai berikut:”a naturalist as a person who recognizes flora and fauna plus other consequential distinction in the natural world and uses this ability productively” (Reeta Sonawat & Purvi Gogri, 2008: 85). Kecerdasan naturalis merupakan kecerdasan manusia yang mencakup kemampuan untuk memahami benda-benda alam seperti tumbuhan, hewan, dan lingkungan sekitarnya. Kemampuan dalam hal kepekaan terhadap benda alam tersebut. Dan kemampuan untuk bisa mengerti perbedaan benda alam satu dengan yang lainnya, dalam artian bisa menggolongkan klasifikasi antar benda-benda alam tersebut. Lalu kecerdasan naturalis diartikan sebagai The ability to discriminate among numerous species of flora and fauna, enjoyment of the natural world and ecological sensitivity (Jane Arnold Morgan and M. Carmen Fonseca, 2004: 130. Pernyataan tersebut memiliki arti bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis ialah individu yang dapat mengenali flora dan fauna beserta hal lainnya yang ada di alam dan menggunakan kemampuannya secara produktif”. Definisi lain mengenai kecerdasan naturalis diungkapkan sebagai kemampuan mengobservasi pola-pola alam dan memahami system alamiah atau system buatan manusia (Reta Sonawat and Purvi Gogri, 2008: 323).
Menurut sudut pandang kecerdasan naturalis dari berbagai definisi di atas, seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, pastilah memiliki indikator atau ciri-ciri sebagai berikut :
1. Memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan yang ada di sekitarnya, seperti perilaku yang responsif terhadap alam dari hal-hal kecil hingga hal besar yang bersangkutan dengan alam.
2. Memelihara dan merawat hewan dan tumbuhan, yakni antusias dalam memelihara hamster, kucing, anjing, serta antusias dalam menyirami tanaman-tanaman.
3. Mengetahui perubahan cuaca dan lingkungan alam, yakni tau indikasi cuaca saat akan terjadi hujan, atau kepedulian terhadap fenomena dan bencana alam.
4. Mengelompokkan objek yang ada di dalamnya sesuai dengan ciri khasnya masing-masing, bisa mengenal dan mengelompokkan makhluk hidup yang berbeda-beda,
5. Menyukai kegiatan bertualang di alam terbuka dan gemar bertanya mengenai alam,
6. Menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan alam beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya,
7. Memahami fenomena-fenomena yang terjadi di alam, memahami siklus makhluk hidup, serta
8. Mencari tau dan memahami bagaimana alam itu secara natural dapat bekerja.
Banyak sekali alasan mengapa kecerdasan naturalis ini harus dimiliki dalam diri seseorang. Seperti yang kita ketahui bahwasanya saat ini alam sudah semakin rusak. Bumi tempat di mana kita tinggal sudah semakin tua seiring dengan berjalannya waktu. Mirisnya, kita sering menjumpai kenyataan yang begitu membuat keprihatinan. Yakni, perlakuan manusia justru seakan tidak mau berdamai dengan keadaan bumi yang semakin menua ini. Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebih, penggunaan listrik yang tak kenal waktu, limbah dan asap pabrik yang semakin tak terkontrol, yang dibarengi dengan maraknya penggundulan hutan di seluruh penjuru negeri. Sebagai gantinya, dibangunlah gedung-gedung tinggi pencakar langit, pengecoran jalan baru, dan penambahan intensitas jumlah pabrik penyokong kegiatan industri. Kekayaan alam dan sumber daya alam dikeruk dan dibabat habis demi pemenuhan kebutuhan manusia yang tak terkontrol. Semua perilaku manusia yang demikian jikalau terus dibiarkan, akan menimbulkan banyak dampak negatif. Seperti polusi udara penyebab pemanasan global, lingkungan yang tercemar oleh banyaknya limbah, bencana banjir dan tanah longsor karena area resapan air yang semakin berkurang, serta dapat menimbulkan kelangkaan sumber daya alam ketika terus dikeruk habis tanpa ada pengendalian yang baik. Sebab itu, saat ini kecerdasan naturalis memang sangat diperlukan. Kecerdasan naturalis dalam diri seseorang bisa membawa dampak yang positif. Yang mana ketika seseorang memiliki kecerdasan naturalis, maka ia akan lebih peduli dengan lingkungannya. Seseorang akan memiliki kesadaran bahwasanya selain daripada pemenuhan kebutuhan hidup, mereka juga harus memperhatikan lingkungan sekitar. Kecintaan terhadap alam dan segala sesuatu yang ada di dalamnya menjadi satu aspek kuat yang membuat kecerdasan naturalis penting sekali untuk dikembangkan. Dengan demikian, manusia bisa berpikir dua kali ketika akan melakukan kegiatan yang bisa merugikan lingkungan. Sehingga, bumi tidak semakin rusak dan sumber daya alam tetap bisa kita nikmati dengan porsi yang seimbang. Jikalau hal ini terus dipupuk sedari din mulai dari sekarang, maka kita sudah selangkah lebih maju dalam hal kepedulian terhadap keadaan alam. Karena kelak, anak cucu di masa mendatang merupakan yang utama merasakan dampak dari kontribusi kita di masa sekarang. Dan ada baiknya, kita harus menjadi agen pemberi dampak yang positif bagi keberlangsungan bumi ini.
Kecerdasan naturalis amatlah penting jikalau melihat begitu banyak dampak positif yang ditimbulkan buah dari kecerdasan naturalis yang dimiliki seseorang. Sebab itu, kita harus tau juga bagaimana cara untuk dapat mengasah kecerdasan naturalis dalam diri seseorang melalui peran serta orang tua, pendidik, dan agen-agen lainnya. Cara tersebut bisa diterapkan melalui hal-hal berikut :
1. Pada anak usia dini, kita bisa melatih kecerdasan naturalis dengan hal-hal yang sederhana, seperti memperkenalkan pada jenis-jenis hewan, tumbuhan, dan fenomena alam sederhana lainnya, seperti menjelaskan perbedaan sederhana antara siang dan malam
2. Kita bisa melatih kecerdasan naturalis dengan mengajarkan untuk mencintai hewan, tour ceria ke museum edukasi alam, dan kegiatan sederhana menanam tumbuhan.
3. Mengajarkan anak untuk tidak takut terhadap hewan dan tumbuhan. Tidak takut mengotori tangannya karena aktivitas menanam tumbuhan.
4. Kita juga bisa mengajarkan untuk dapat peduli terhadap lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Melainkan membuang sampah pada tempatnya.
5. Ketika anak mulai beranjak remaja, kita bisa melatihnya untuk dapat berkontribusi dalam acara yang berkaitan dengan alam. Misalnya kegiatan menanam sejuta pohon, seminar dan penyuluhan mengenai bencana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia
6. Memberi penjelasan lebih mendalam apa yang seharusnya boleh dan tidak boleh dilakukan demi menjaga keberlangsungan alam. Dengan demikian anak akan mulai berlatih menumbuhkan kesadaran akan kepedulian terhadap alam
7. Ketika seseorang telah dewasa, sebaiknya bertualang ke alam bebas memang diperlukan. Hal tersebut bisa dilakukan melalui berbagai cara salah satunya dengan aktivitas mendaki gunung, dan berkunjung ke kawasan wisata alam.
8. Dengan kegiatan demikian, kita bisa merasakan secara langsung betapa sejuknya udara yang kita hirup, rimbun rindangnya pohon-pohon, serta begitu indahnya alam ini jikalau kita mau berinteraksi lebih dekat. Dengan demikian diharapkan kita sebagai pribadi yang dewasa bisa menyadari bahwa alam yang indah ini memang sudah sepantasnya dijaga dan dirawat. Bukan dirusak dan dinodai dengan berbagai macam sampah dan polusi berdalih pemenuhan kebutuhan semata.
Dengan penerapan aktivitas tersebut, kita bisa mengasah kecerdasan naturalis yang kita miliki. Karena percuma saja kita berpotensi dalam banyak bidang, tapi justru kepada alam dan lingkungan sekitar, kita menunjukkan sikap ketidakpedulian dengan menjadi pribadi yang apatis. Sudah seharusnya sebagai generasi millenialis, kita patut menyadari bahwasanya keberlangsungan alam itu ada untuk dapat kita jaga dan lestarikan. Dan semua itu sangat bergantung oleh perlakuan kita di masa sekarang. Melalui kecerdasan naturalis yang dimiliki, sudah semestinya kita terapkan dengan berbagai kegiatan yang bisa menimbulkan banyak dampak positif bagi kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Karena kalau tidak dimulai dari kita, maka perusakan alam yang seakan membudaya akan terus menjadi dan sulit dihindari karena sudah terlanjur mengakar kuat.
Daftar Pustaka
Nurtiani, A. T. (2014). PENINGKATAN KECERDASAN NATURAL ANAK MELALUI PERMAINAN PENGENALAN HEWAN DI KELOMPOK A1 TK METHODIST BANDA ACEH. Buah Hati Journal, 1(1), 1-16.
Juniarti, Y. (2015). Peningkatan kecerdasan naturalis melalui metode kunjungan lapangan (field trip). Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(2), 267-284.
Rocmah, L. I. (2016). Peningkatan Kecerdasan Naturalis Melalui Bermain Messy Play terhadap Anak Usia 5-6 Tahun. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 5(1), 47-56.
Khasanah, N., Dwiastuti, S., & Nurmiyati, N. (2016). Pengaruh Model Guided Discovery Learning Terhadap Literasi Sains ditinjau dari Kecerdasan Naturalis. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 13, No. 1, pp. 346-351).
Ismiati, I. (2016). PENINGKATAN KECERDASAN NATURAL ANAK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), 1(1).
Saripudin, A. (2017). Strategi pengembangan kecerdasan naturalis pada anak usia dini. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 3(1).
Ramdani, Z. (2017). Penerapan Media Realia Untuk Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak. Jurnal Golden Age, 1(01), 16-32.
Ningrum, Z. B., Soesilo, T. E. B., & Herdiansyah, H. (2018). Naturalistic intelligence and environmental awareness among graduate students. In E3S Web of Conferences (Vol. 68, p. 02004). EDP Sciences.
Suwarsi, S., & Toersilaningsih, R. (2018). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN KECERDASAN NATURAL TERHADAP PEMAHAMAN MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN. PLH| JURNAL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP, 6(1).
Ramdani, D. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Ekosistem, Locus of Control dan Kecerdasan Naturalis dengan Pro Environmental Behavior Masyarakat Grogol Petamburan. IJEEM-Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 3(2), 132-145.
Wirdianti, N., Komala, R., & Miarsyah, M. (2019). Naturalist intelligence and personality: An understanding students’ responsible environmental behavior. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 5(2), 229-236.
Hartika, D., Diana, S., & Wulan, A. R. (2019, July). Relationship between naturalist intelligence with environmental attitude. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2120, No. 1, p. 060017). AIP Publishing LLC.
Adisendjaja, Y. H., Abdi, M. M. K., Amprasto, A., & Fardhani, I. (2019). The Influence of Field Trip on Junior High School Students’ Naturalistic Intelligence and Problem-Solving Skill in Ecosystem Subject. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(3), 339-346.
Faridy, F., & Rohendi, A. (2020, August). The Role of Parents in Developing Naturalistic Intelligence in Early Childhood. In International Conference on Early Childhood Education and Parenting 2009 (ECEP 2019) (pp. 121-124). Atlantis Press.
Purwono, A., & Jannah, T. (2020). Pengaruh Wiyata Lingkungan dan Kecerdasan Naturalis Terhadap Sikap Kepedulian Lingkungan Bagi Siswa MI. Child Education Journal, 2(1), 1-9.
Istiana, R., Pratama, W. S., & Hidayat, N. Analisis Partisipasi Siswa Dalam Menjaga Kesehatan Lingkungan Ditinjau Melalui Kecerdasan Naturalis. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 44-51.



Keren sekali kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap 👍
BalasHapussemangat, mantep bet artikelny
BalasHapusYou're doing great! ♡
BalasHapusthankyou sgt bermanfaat🥰🙏🏻
BalasHapusKerenn
BalasHapusLuar biasa
BalasHapusSangat bermanfaat⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
BalasHapusMantappp. Semangat mbaa🔥🔥
BalasHapusAmazing! Thankyou! Sangat bermanfaat
BalasHapusKeren.. Semangat!¡🔥
BalasHapusSip banget👍😍
BalasHapuskeren banget artikelnya kak. lanjutttttt
BalasHapusImpressive, keren kak!!
BalasHapusSangat menarik dan patut di acungi jempol,, kreativitas yg sudah langka ditemui aplgi dlm masa sulit sperti skrg ini. Kereenn,, semoga bermanfaat
BalasHapusWow. Dulu kecilku gini ga ya.. Wkwkkwwk.
BalasHapusArtikel yg menarik. Terus semangat dan semoga bermanfaat.
Thanks infonya
BalasHapusbagus briss😍👍🏻
BalasHapusSangat bermanfaat ♥️♥️
BalasHapusBagus, semoga bermanfaat
BalasHapusBenar-benar bagus banget artikelnya
BalasHapussemangat Brisa, artikelnya menarik 👍🏻
BalasHapus